BERWA.ID, WAJO — Dugaan praktik passobis serta penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara ilegal di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, kembali menjadi sorotan masyarakat.
Warga mendesak jajaran Polres Wajo di bawah kepemimpinan Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya agar lebih fokus melakukan penertiban dan razia terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas passobis maupun penimbunan BBM ilegal.
Sejumlah warga menyebut, dugaan lokasi aktivitas tersebut tersebar di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Tanasitolo. Bahkan, dugaan tempat penimbunan BBM disebut sebelumnya pernah menjadi sorotan dan telah dilakukan razia hingga petugas masuk ke lokasi yang disebut sebagai tempat penimbunan.
Namun, masyarakat mempertanyakan tindak lanjut penanganan setelah sejumlah informasi tersebut diberitakan dan menjadi perhatian publik.
“Sudah sering diberitakan dan viral, tetapi masyarakat masih melihat aktivitas tersebut. Kami berharap polisi benar-benar turun dan melakukan pemeriksaan di lokasi yang selama ini disebut-sebut, dan jangan tidur pantau wilayahmu tiap hari” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga mempertanyakan efektivitas pengawasan, baik di tingkat Polsek Tanasitolo maupun Polres Wajo, khususnya terhadap dugaan pelansiran BBM yang dinilai turut menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Disebut Ada Puluhan Titik Passobis
Informasi yang beredar sebelumnya menyebut terdapat sekitar 20 titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas passobis di Kecamatan Tanasitolo. Selain itu, dugaan keberadaan sejumlah lokasi penimbunan BBM juga masih menjadi perhatian masyarakat.
Warga berharap aparat tidak hanya menunggu laporan, tetapi melakukan penelusuran, pemeriksaan dan penindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Sorotan tersebut juga muncul di tengah keluhan masyarakat mengenai antrean BBM yang panjang. Aktivitas pelansiran BBM diduga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Di sisi lain, aktivitas Kapolres Wajo yang melakukan kunjungan dan hanya sibuk touring ke sejumlah kecamatan juga menjadi perhatian warga karena touring saja disisi lain antrean pelansir bbm tidak diantisipasi. Masyarakat berharap kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan pengawasan terhadap persoalan yang secara langsung dirasakan masyarakat.
“Masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Kalau memang ada lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan atau aktivitas ilegal, silakan diperiksa. Kalau terbukti melanggar hukum, tentu harus ditindak sesuai aturan,” kata warga.
Hingga berita ini diturunkan, BERWA.ID belum memperoleh keterangan resmi dari Kapolres Wajo maupun Polsek Tanasitolo mengenai tudingan adanya pembiaran serta langkah penindakan terhadap dugaan praktik passobis dan penimbunan BBM ilegal tersebut,(Tim).
Editor : R. Edogawa


0 Komentar