Warga Keluhkan Antrean Solar di SPBU Empagae, Aktivitas Pelansir BBM Minta Ditertibkan, Diduga Setoran ke Pak Black

 


BERWA.ID, WAJO – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Empagae, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kembali dikeluhkan warga, Kamis (20/8/2026).

Seorang warga mengaku harus mengantre sejak selepas salat Subuh hingga sekitar pukul 12.00 WITA untuk memperoleh solar. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas dan pekerjaan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan sehari-hari.

Menurut warga tersebut, panjangnya antrean diduga tidak terlepas dari maraknya kendaraan yang berulang kali masuk ke SPBU untuk membeli BBM, atau yang di masyarakat kerap disebut sebagai kendaraan pelansir.

“Bayangkan, kami mengantre solar sesudah salat Subuh sampai jam 12 siang. Pekerjaan kami akhirnya terhalang. Ini sangat meresahkan,” keluh warga tersebut.

Warga Pertanyakan Maraknya Kendaraan Pelansir

Sumber BERWA.ID mengklaim terdapat ratusan kendaraan yang diduga melakukan aktivitas pelansiran BBM di sejumlah wilayah Kabupaten Wajo. Bahkan, menurut keterangannya, sebagian kendaraan diduga dapat melakukan pengisian hingga beberapa kali dalam sehari.

Keterangan tersebut masih berupa informasi dan dugaan dari warga sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut kepada pihak SPBU, Pertamina, kepolisian, serta instansi terkait.

Warga pun mempertanyakan tujuan akhir BBM yang dibeli secara berulang tersebut.

“Pertanyaannya, dibawa ke mana solar itu sehingga kendaraan pelansir setiap hari bisa bolak-balik mengisi?” ujarnya.

Selain solar, warga juga menyoroti dugaan aktivitas pelansiran Pertalite.

Muncul Dugaan Setoran, Perlu Dibuktikan

Dalam keterangannya, sumber turut menyampaikan tudingan adanya dugaan pengumpulan uang secara berkala dari para pelansir yang disebut-sebut melibatkan sejumlah pihak.

Sumber menyebut seseorang berinisial S yang diduga berperan mengumpulkan setoran bulanan dan kemudian diklaim diteruskan kepada seseorang oknum aparat kepolisian polres wajo berinisial Black (Diduga Pemain Peluncur 86 Polres Wajo)

Bahkan, sumber membuat perhitungan berdasarkan klaim adanya sekitar 300 kendaraan dengan dugaan setoran Rp350 ribu per kendaraan setiap bulan. Jika angka tersebut benar, nilainya dapat mencapai sekitar Rp105 juta per bulan.

Namun, BERWA.ID menegaskan tudingan mengenai jumlah kendaraan, nilai setoran maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih membutuhkan pembuktian serta konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut.

Karena menyangkut tudingan serius terhadap individu maupun aparat, informasi tersebut tidak dapat ditempatkan sebagai fakta sebelum terdapat bukti dan keterangan resmi.

Antrean Disebut Ganggu Arus Lalu Lintas

Persoalan lain yang dikeluhkan adalah keberadaan kendaraan yang mengantre di sekitar SPBU. Warga menilai antrean panjang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Poros Sengkang–Tarumpakka, khususnya di wilayah Desa Assorajang.

Warga berharap Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Wajo dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan langsung terhadap pola penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

Pengawasan dinilai diperlukan untuk memastikan solar subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

Warga juga meminta aparat menindak tegas apabila ditemukan kendaraan melakukan pengisian berulang menggunakan modus tertentu atau ditemukan praktik penjualan kembali BBM subsidi yang bertentangan dengan ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, BERWA.ID masih membutuhkan konfirmasi dari pengelola SPBU Empagae, Pertamina serta aparat penegak hukum terkait keluhan antrean, dugaan aktivitas pelansiran, maupun tudingan adanya setoran sebagaimana disampaikan sumber.

BERWA.ID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut atau merasa terkait dalam pemberitaan ini,(Tim/Red)


Editor : R. Edogawa 

0 Komentar