RTH Callaccu Sengkang Dinilai Terganggu, Warga Soroti Aktivitas Oknum Wartawan atau LSM Salah Satu Pemilik Box Container



BERWA.ID WAJO— Suasana nyaman di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu Sengkang, Kelurahan Teddaopu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, dikabarkan mulai terusik. Sejumlah warga bersama pedagang kuliner mengaku resah terhadap aktivitas salah satu Oknum Wartawan atau LSM juga pemilik Box Container dagangan di area tersebut yang dinilai mengganggu ketertiban umum, Kamis 21 Mei 2026.


Keluhan tersebut mencuat setelah seorang pemilik Box Container bernama Dicky disebut kerap memutar musik karaoke mini dengan volume tinggi hingga larut malam. Aktivitas itu, menurut warga setempat, tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berdampak pada aktivitas para pedagang kuliner yang menggantungkan penghasilan di kawasan RTH Callaccu Sengkang.


Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya sempat menegur pemilik Box Container juga diketahui sebagai Wartawan atau LSM tersebut agar mengecilkan volume musik. Teguran itu disampaikan lantaran suara karaoke dianggap terlalu keras dan mengganggu pengunjung yang ingin menikmati suasana santai sambil menikmati makanan, minuman dan bercerita.


“Banyak tamu datang mau santai, makan, minum dan bercerita tapi tidak nyaman karena suara musik terlalu keras. Kami hanya minta volume dikecilkan karena ini tempat umum,” ungkap seorang warga.


Namun, menurut keterangan warga, teguran tersebut justru mendapat respons yang kurang baik. Pemilik box disebut tidak menerima saat ditegur dan menyampaikan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat umum sehingga tidak ada pihak yang berhak melarang aktivitasnya.


Warga kemudian menilai bahwa justru karena lokasi tersebut merupakan fasilitas umum, maka setiap pihak seharusnya memiliki kesadaran untuk saling menghargai kenyamanan bersama. Apalagi, kawasan RTH Callaccu Sengkang diketahui menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, baik untuk berolahraga pada pagi dan sore hari maupun sebagai sentra kuliner pada malam hari.


Sejumlah pemilik box container lainnya turut menyampaikan keberatan atas aktivitas tersebut. Mereka menilai kebiasaan memutar musik dengan volume keras hingga dini hari telah berlangsung cukup lama dan mulai menimbulkan keresahan dan kegaduhan di lingkungan sekitar. Semestinya tau diri dan memberikan contoh jika dia anggap dirinya Wartawan atau LSM.


“Kalau ini terus terjadi tiap malam sampai dini hari tentu mengganggu. Kami semua di sini mencari rezeki, jadi harus sama-sama menjaga kenyamanan pengunjung,”  harus tau diri mesti dia yang harus memberi contoh kalau dia seorang Wartawan atau LSM. Kalaupun nanti dia tidak mengindahkan kami bersatu usir dia. ujar salah satu pedagang.


Selain persoalan kebisingan, warga dan pedagang juga menyoroti dugaan perubahan bentuk box dagangan miliknya dan juga menambah area tempat duduk di bagian belakang hingga dinilai mengganggu akses pejalan kaki, terutama masyarakat yang berolahraga di sekitar kawasan tersebut.


Atas kondisi itu, warga bersama sejumlah pedagang bersatu bertanda tangan dikabarkan mulai menyusun langkah bersama. Mereka berencana membuat laporan resmi kepada pihak berwenang, termasuk kepolisian sektor setempat dan instansi terkait Sat Pol PP, guna mencari solusi agar ketertiban di kawasan RTH Callaccu Sengkang tetap terjaga. 


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak yang disebutkan dalam laporan warga terkait tudingan tersebut.(Tim/Red)

0 Komentar