BERWA.ID, WAJO — Dugaan adanya setoran rutin dari pelaku penipuan online atau yang dikenal dengan istilah passobis kepada oknum aparat kepolisian kembali menjadi sorotan. Kali ini, informasi tersebut mencuat dari pengakuan seorang yang mengaku sebagai pelaku passobis dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber tersebut mengklaim maraknya aktivitas passobis di wilayah Belawa, Kabupaten Wajo, diduga tidak terlepas dari adanya pembayaran atau setoran rutin setiap bulan kepada oknum aparat.
Menurut pengakuannya, oknum tertentu disebut mendatangi pelaku untuk menagih pembayaran bulanan. Namun, keterangan tersebut masih merupakan klaim sepihak dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh BERWA.ID.
«“Memang ada setoran setiap bulan. Ada oknum aparat yang datang dan menagih per bulan kepada passobis di Belawa,” ungkap sumber kepada BERWA.ID.»
Sumber itu bahkan mengklaim terdapat sekitar 50 titik aktivitas passobis di wilayah Belawa dan menyebut para pelaku diduga memberikan setoran. Ia juga mengklaim aktivitas tersebut telah diketahui di lingkungan kepolisian setempat.
Meski demikian, BERWA.ID menegaskan belum memperoleh bukti yang dapat mengonfirmasi besaran setoran, identitas oknum penerima, maupun kebenaran bahwa pembayaran tersebut melibatkan institusi Polsek Belawa secara keseluruhan. Karena itu, tudingan tersebut perlu diuji melalui pemeriksaan resmi oleh aparat pengawasan internal kepolisian.
Propam Polda Sulsel Diharapkan Telusuri Dugaan Keterlibatan Oknum
Di tengah munculnya informasi tersebut, dugaan keterlibatan oknum aparat dalam menerima aliran dana dari jaringan passobis menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan.
Apabila terdapat laporan atau bukti mengenai anggota kepolisian yang menerima setoran dari pelaku penipuan online, pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan apakah benar terdapat pelanggaran disiplin, kode etik, ataupun tindak pidana.
Penindakan secara transparan juga dinilai penting agar tidak muncul anggapan bahwa aktivitas penipuan online mendapatkan perlindungan dari aparat tertentu.
Jika nantinya ditemukan bukti adanya oknum anggota kepolisian yang menerima uang dari jaringan penipuan online, oknum tersebut diharapkan diproses sesuai ketentuan hukum dan aturan internal Polri yang berlaku.
Kapolsek Belawa Perlu Diberi Ruang Klarifikasi
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan dan asas praduga tak bersalah, BERWA.ID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kapolsek Belawa, jajaran Polsek Belawa, maupun Polda Sulawesi Selatan terkait tudingan yang disampaikan sumber tersebut.
Hingga naskah ini disusun, klaim mengenai sekitar 50 titik passobis dan dugaan setoran bulanan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.
Masyarakat berharap dugaan ini dapat ditelusuri secara terbuka. Jika informasi tersebut tidak benar, kepolisian diharapkan memberikan klarifikasi kepada publik. Sebaliknya, apabila ditemukan bukti keterlibatan oknum, masyarakat berharap tindakan tegas dilakukan tanpa pandang bulu.
Editor: R. Edogawa

0 Komentar