Modus Video Call AI Makan Korban di Kalimantan, Warga Diminta Waspada, Diduga Serupa dengan Modus Penipuan Beredar di Tanasitolo Wajo



BERWA.ID, WAJO – Kasus penipuan berkedok video call yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi perhatian publik setelah seorang warga Kalimantan Timur mengaku menjadi korban penipuan yang menampilkan wajah dan suara yang sangat mirip Gubernur Jawa Barat, Deddy Mulyadi.


Korban mengaku mengalami kerugian setelah percaya pada pelaku yang diduga menggunakan teknologi deepfake AI. Dalam pengakuannya, ia menjadi korban dua modus berbeda, yakni penipuan hadiah sebesar Rp200 juta yang meminta uang tebusan, serta penipuan lowongan kerja di Jakarta yang ternyata tidak pernah ada.


Kasus tersebut viral di media sosial setelah korban meluapkan kekecewaannya. Menanggapi hal itu, Deddy Mulyadi menjelaskan bahwa pelaku diduga memanfaatkan teknologi AI untuk meniru wajah dan suaranya. Ia juga menyatakan telah menginstruksikan timnya untuk menghubungi korban serta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital.


Fenomena ini menjadi peringatan bahwa pelaku kejahatan siber kini semakin canggih. Teknologi AI yang semestinya dimanfaatkan untuk hal positif justru disalahgunakan untuk meyakinkan calon korban melalui video call maupun komunikasi digital lainnya.


Di Kabupaten Wajo, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang beredar. Sejumlah warga sebelumnya mengeluhkan adanya dugaan praktik penipuan yang dilakukan oleh kelompok yang dikenal masyarakat dengan sebutan "passobis", yang disebut-sebut beroperasi di sejumlah 19 Titik Pusatnya di Desa Palippu Kecamatan Tanaditolo dan diduga dibekingi Oknum Aparat TNI dari Babinsa.


Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa para pelaku diduga menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban, termasuk komunikasi melalui telepon maupun video call. Namun demikian, dugaan penggunaan teknologi AI dalam kasus-kasus yang disebut terjadi di Wajo masih memerlukan pembuktian dan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.


Kemiripan modus antara kasus di Kalimantan Timur dan dugaan praktik penipuan yang dikeluhkan sebagian warga di Wajo menunjukkan bahwa masyarakat harus semakin berhati-hati terhadap setiap panggilan video, tawaran hadiah, bantuan, investasi, maupun lowongan kerja yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.


Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap video call yang mengatasnamakan pejabat, tokoh masyarakat, atau orang yang dikenal tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Apabila menerima permintaan transfer uang, data pribadi, atau kode OTP melalui media apa pun, sebaiknya segera melakukan pengecekan melalui saluran resmi dan melaporkannya kepada pihak berwenang apabila diduga merupakan tindak pidana penipuan.


Dengan berkembangnya teknologi AI, kewaspadaan menjadi benteng utama agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan digital yang kini semakin sulit dibedakan dengan komunikasi asli.(Tim/Red)


Editor : R. Edogawa 


0 Komentar