BERWA.ID, WAJO — Warga Desa Inalipue, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kembali dihebohkan dengan dugaan aktivitas passobis yang disebut melibatkan sejumlah anak di bawah umur.
Kabar tersebut mencuat setelah warga mengaku melihat sejumlah anak laki-laki dan perempuan berlarian dari sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas passobis. Peristiwa itu disebut terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, sejumlah anak yang diperkirakan masih berusia di bawah 15 tahun terlihat berhamburan meninggalkan lokasi rumah Latena karena diduga ketakutan saat sejumlah orang datang melakukan penggerebekan.
"Kalau tidak salah hari Kamis, ada anak-anak berhamburan lari. Anak laki-laki dan perempuan, usianya sekitar di bawah 15 tahun. Mereka lari karena takut ada orang datang menggunakan mobil, panjang rambutnya dan besar kemungkinan polisi," ujar sumber tersebut.
Ia menyebut lokasi yang diduga didatangi aparat berada di sebuah rumah milik Latena dan Boss Sobis bernama Juse atau Akbar. warga setempat dikaitkan dengan aktivitas passobis.
Bahkan, menurut sumber tersebut, ada anak yang disebut sampai berlari dan bersembunyi di area persawahan karena takut.
"Ada juga yang bilang anaknya Latena pinsang sampai lari ke sawah karena takut. Sampai ke sawah," katanya.
Warga Soroti Dugaan Keterlibatan Anak di Bawah Umur
Warga mengaku prihatin jika benar anak-anak di bawah umur telah dilibatkan dalam aktivitas yang diduga berkaitan dengan penipuan online.
Menurut warga, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi meresahkan masyarakat, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap masa depan anak-anak.
"Kami senang kalau memang dilakukan penggerebekan. Kalau benar ada anak-anak di bawah umur yang dilibatkan, harus dihentikan. Jangan sampai anak-anak diajari melakukan penipuan online," ujar sumber tersebut.
Ia berharap aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tidak hanya berhenti pada penggerebekan lokasi desa Inalipue kalau perlu sisir semua titik lokasi passobis Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Tanasitolo.
Titik Lokasi Boss Passobis di Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo
- Rika/Aska – dekat Kuburan Sempange, Desa Pakkanna.
- Muhsin – Abbatangnge, Kelurahan Tancung.
- Yani – Abbatangnge, Kelurahan Tancung.
- Leppange – Abbatangnge, Kelurahan Tancung.
- Ambo Upe – Lebonge, Kelurahan Tancung.
- Pakkaja – Lebonge, Kelurahan Tancung.
- Kongkong – Lebonge, Kelurahan Tancung.
- Hamza – Lebonge, Kelurahan Tancung.
- Caddo – Lebonge, Kelurahan Tancung.
- Mongkong – Tanatempare, Desa Palippu.
- H. Cembang – Tanatempare, Desa Palippu.
- Ambo Ala – Tanatempare, Desa Palippu.
- Aksa – Tanatempare, Desa Palippu.
- Lina – Tanatempare, Desa Palippu.
- Rudi – Tanatempare, Desa Palippu.
- Firda – Tanatempare, Desa Palippu.
- Ompong – Lapejje, Desa Palippu.
- Gani – Lapejje, Desa Palippu.
- Rizal – Lapapeppe, Desa Wewangrewu
- Juse / Kebba Desa Inallipue
Muncul Klaim Dugaan Adanya Oknum yang Membekingi
Di tengah informasi tersebut, warga juga mengungkap adanya klaim mengenai kedatangan sejumlah orang yang diduga oknum aparat Tentara ke lokasi yang disebut sebagai tempat aktivitas passobis.
Menurut sumber warga, beberapa orang disebut pernah terlihat menggunakan kendaraan tertentu, termasuk kendaraan roda dua motor trail dan mobil berwarna kuning.
Namun, klaim mengenai keterlibatan atau adanya perlindungan dari oknum aparat Tentara tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh BERWA.ID.
Warga meminta jika benar terdapat anggota aparat Tentara yang terlibat, memberikan perlindungan, menerima uang, atau menghalangi proses hukum, maka hal tersebut harus diperiksa melalui mekanisme hukum dan internal institusi masing-masing.
"Kalau memang ada aparat Tentara yang membekingi, kami berharap diperiksa juga. Aparat seharusnya memberantas kejahatan, bukan melindungi," tegasnya.
Disebut Ada Setoran Bulanan Rp8–10 Juta per Titik
Sumber warga juga menyampaikan klaim yang beredar mengenai dugaan pembayaran uang bulanan sebesar Rp8 juta hingga Rp10 juta untuk setiap titik aktivitas passobis di Kecamatan Tanasitolo.
Namun, informasi tersebut belum disertai bukti pembayaran atau dokumen yang dapat diverifikasi, sehingga BERWA.ID tidak menyimpulkan bahwa pembayaran tersebut benar terjadi.
Dugaan tersebut justru dinilai perlu menjadi salah satu materi yang dapat ditelusuri aparat apabila penyelidikan resmi dilakukan.
Desa Inalipue Disebut Sebagai Titik ke-20
Sebelumnya, BERWA.ID memberitakan klaim masyarakat mengenai keberadaan 19 titik dugaan aktivitas passobis di sejumlah wilayah Kecamatan Tanasitolo.
Desa Inalipue kemudian disebut warga sebagai lokasi yang diduga menjadi titik ke-20. Pemerintah Desa Inalipue memang tercatat sebagai desa di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.
Namun, keberadaan suatu lokasi dalam daftar yang beredar di masyarakat tidak berarti pihak atau orang yang disebut telah terbukti melakukan tindak pidana. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
Warga Minta Kapolres Wajo AKBP. Douglas Mahendrajaya Turun Tangan
Warga berharap Polres Wajo melakukan penyelidikan secara profesional untuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas penipuan online di lokasi tersebut, termasuk memastikan apakah ada anak di bawah umur yang dilibatkan.
Selain itu, masyarakat meminta aparat menelusuri setiap dugaan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti dalam proses penyelidikan.
Jika nantinya ditemukan anggota institusi tertentu terbukti terlibat, masyarakat berharap proses penindakan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme disiplin maupun etik yang berlaku.
BERWA.ID menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan passobis, keterlibatan anak di bawah umur, dugaan setoran bulanan, maupun dugaan keterlibatan oknum aparat dalam berita ini masih berupa keterangan dan klaim warga yang membutuhkan verifikasi serta pembuktian lebih lanjut.
Redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Polres Wajo, Kodim 1406/Wajo, maupun pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.
Warga berharap persoalan ini dapat diusut secara transparan sehingga jika benar terdapat aktivitas kejahatan siber (Passobis), dapat segera dihentikan dan anak-anak di bawah umur tidak menjadi korban maupun pelaku dalam praktik tersebut Demikian juga bila ada Oknum Aparat Tentara dan Oknum Polisi ikut terlibat sebaiknya dimutasi atau dipecat saja karena sudah membuat malu Institusi.(Tim/Red)
Editor: R. Edogawa

0 Komentar