Dua Ekskavator Tertimbun di Lokasi Tambang, Litraksi Kolut Minta PT PDP Terbuka & Klarifikasi Kejadian

 


BERWA.ID, KOLAKA UTARA – Lembaga Investigasi Advokasi Tambang dan Lingkungan (Litraksi) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, menyoroti insiden tertimbunnya dua unit alat berat jenis ekskavator milik PT Putra Dermawan Pratama (PDP) yang beroperasi di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua. Kejadian berlangsung pada Selasa (11/8/2026) lalu.

Ketua Litraksi Kolut, Sahrial, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026). Meski sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, pihaknya meminta perusahaan tidak berdiam diri maupun berusaha menutup-nutupi kejadian, melainkan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Dari dokumentasi yang kami terima, terlihat dua unit ekskavator berwarna biru berada di antara timbunan material, sebagian besar badannya tertutup tanah. Hal ini tentu memunculkan banyak pertanyaan publik—terutama soal penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), standar operasional, serta pengawasan di lokasi,” ujar Sahrial.

Ia menegaskan ada sejumlah hal yang wajib dijelaskan pihak perusahaan: penyebab pasti terjadinya longsoran/penimbunan tersebut, kondisi para operator saat kejadian—apakah ada yang terluka, bagaimana penerapan prosedur serta standar keselamatan yang dijalankan, apakah kegiatan sesuai rencana kerja yang telah disetujui, hingga siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan di lapangan.

“Kejadian ini bukan sekadar soal rusak atau tertimbunnya alat berat. Kalau ada pekerja di lokasi, keselamatan nyawa adalah hal yang paling utama—pastikan semuanya aman dan semua aturan benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Permintaan klarifikasi ini, lanjut Sahrial, bukan bermaksud menuduh atau menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum diperiksa dan dibuktikan, melainkan bentuk kepedulian serta menjamin hak masyarakat atas informasi yang jujur dan terbuka guna mencegah tumbuhnya kabar simpang siur.

“Kami minta PT PDP segera mengeluarkan pernyataan resmi. Jika perlu, instansi berwenang turun langsung memeriksa lokasi serta kronologinya agar semuanya jelas, transparan, dan tidak berulang kembali kejadian serupa,” pungkas Sahrial,(Tim/Red)


Editor : R. Edogawa

 

 

 

0 Komentar