Dipicu Saling Ejek, Dua Siswi SMPN 1 Kolut Terlibat Perkelahian di Lingkungan Sekolah

 


BERWA.ID, KOLAKA UTARA — Sebuah video berdurasi sekitar 44 detik yang memperlihatkan aksi perkelahian dua siswi berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP) beredar di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di lingkungan SMP Negeri 1 Kolaka Utara (Kolut), Kabupaten Kolaka Utara.

Dalam rekaman tersebut, kedua siswi terlihat terlibat aksi saling pukul, tendang hingga saling jambak. Sejumlah siswa lainnya tampak berada di lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Kolut, Islamiati, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, perkelahian terjadi pada Jumat (7/8/2026) setelah kegiatan kerja bakti sekolah.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak sekolah, perkelahian tersebut dipicu persoalan sepele berupa saling ejek yang kemudian berkembang menjadi saling menantang hingga terjadi perkelahian.

“Benar ada yang berkelahi. Kejadiannya hari Jumat setelah kita kerja bakti. Mereka sudah diinterogasi, pemicunya hanya persoalan sepele, saling ejek,” ujar Islamiati, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, kejadian tersebut tidak diketahui oleh guru karena berlangsung di bagian belakang kelas. Saat itu, tidak terdengar suara teriakan yang dapat menarik perhatian guru.

Pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan memanggil edua siswi yang terlibat serta orang tua masing-masing untuk dilakukan mediasi.

“Kita sudah mendamaikan, Pak. Kita juga undang kedua orang tuanya ke sekolah,” jelasnya.

Terkait video perkelahian yang beredar, Islamiati membenarkan bahwa rekaman tersebut dibuat oleh salah seorang siswa di lingkungan sekolah.


Pihak sekolah juga telah memberikan sanksi kepada siswa yang merekam kejadian tersebut. Menurutnya, penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah telah dilarang.

“Memang yang merekam itu siswa di sini. Kita juga sudah beri sanksi. Mengenai kenapa bisa ada HP di dalam sekolah, karena hari itu dia terlambat sehingga tidak sempat digeledah,” ungkapnya.

Islamiati menegaskan, pihak sekolah akan meningkatkan pengaasan terhadap siswa guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Ia juga mengingatkan seluruh siswa agar mematuhi tata tertib sekolah dan tidak melakukan tindakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan.

“Saya sudah sampaikan kepada siswa, jika masih ada yang berkelahi, kita akan kurangi poin sesuai aturan tata tertib sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, dalam video yang beredar, kedua siswi terlihat mengenakan seragam olahraga dan terlibat perkelahian di area lingkungan sekolah. Beberapa siswa lainnya tampak menyaksikan kejadian tersebut.

Pihak sekolah berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar tidak mudah terpancing ejekan maupun provokasi. Persoalan antarsiswa diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi, bukan dengan kekerasan.

Sekolah juga berkomitmen meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan kondusif.(Tim/Red)


Editor : R. Edogawa 


0 Komentar