Antrean BBM di SPBU Empagae Nakal Kembali Dikeluhkan, Warga Soroti Dugaan Pelansiran Solar dan Pertalite

 


BERWA.ID, WAJO – Keluhan warga terkait antrean panjang kendaraan di SPBU Empagae, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, kembali mencuat.

Pada Minggu (23/8/2026), warga mengaku resah dengan antrean kendaraan yang disebut mencapai hampir satu kilometer. Mereka menduga sebagian kendaraan yang mengantre merupakan kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang atau yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai pelansir.

SPBU Empagae sendiri tercatat sebagai SPBU 74.909.93 dan berlokasi di Jalan Andi Malingkaan, Desa Assorajang, Kabupaten Wajo.


Warga Keluhkan Kendaraan Bolak-balik Mengisi BBM

Menurut keterangan warga kepada BERWA.ID, kendaraan yang diduga melakukan aktivitas pelansiran disebut terus terlihat mengantre dan keluar-masuk SPBU untuk mendapatkan BBM.

Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari harus ikut mengantre panjang.

“Antreannya hampir satu kilometer. Yang kami lihat, ada kendaraan yang terus bolak-balik masuk ke SPBU. Ini sudah cukup lama dan sangat meresahkan, dan ini diduga pekerja SPBU ada yang nakal main mata dengan pelansir” keluh seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga juga mengeluhkan cepat habisnya stok Pertalite dan solar. Bahkan, ketika Pertalite disebut sudah habis, sebagian konsumen diarahkan membeli BBM jenis lain yang tersedia pertamax.

Namun, seluruh keterangan mengenai adanya pengisian berulang tersebut masih merupakan keluhan dan dugaan warga dan membutuhkan verifikasi langsung dari pihak SPBU, Pertamina maupun instansi berwenang.


Diduga Ada Kendaraan yang Stand By di Sekitar SPBU

Warga juga menyoroti keberadaan sejumlah kendaraan roda empat hingga truk yang disebut sudah menunggu di sekitar lokasi SPBU. atau Bekas Timbangan 

Menurut sumber, kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut BBM yang diperoleh melalui pengisian berulang.

Sumber juga menduga terdapat kemungkinan keterlibatan oknum pekerja SPBU Nakal dalam aktivitas tersebut. Namun, BERWA.ID belum memperoleh bukti maupun konfirmasi yang dapat membuktikan adanya kerja sama antara pekerja SPBU dengan pelansir.

Karena itu, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan, termasuk pengecekan rekaman CCTV, data transaksi, identitas kendaraan, serta pola pengisian BBM.



Keluhan Ini Bukan Pertama Kali Muncul

Keluhan mengenai antrean dan distribusi solar bersubsidi di SPBU Empagae Nakal sebelumnya juga telah muncul.

Pada Juni 2026, kelompok masyarakat APALA Wajo menyampaikan aspirasi kepada DPRD Wajo terkait pelayanan sejumlah SPBU, termasuk SPBU Empagae, dan menyoroti persoalan sulitnya masyarakat, khususnya pengemudi truk, memperoleh solar bersubsidi.

Kemudian pada Juli 2026, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Wajo, Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU dan Pemkab Wajo, pengelola SPBU Assorajang Abdul Kadir Nongko meminta aparat penegak hukum ikut menertibkan kendaraan yang mengantre BBM bersubsidi. Pengelola juga meminta agar aparat turun langsung apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM.

Sebelumnya, pada April 2024, aparat Polres Wajo juga pernah melakukan monitoring di SPBU Empagae untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan penyimpangan distribusi BBM, termasuk praktik kecurangan yang dapat merugikan konsumen.

Warga Minta Pertamina dan Aparat Turun Tangan

Dengan kembali munculnya keluhan tersebut, warga meminta Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Kabupaten Wajo, kepolisian serta instansi terkait melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi BBM di SPBU Empagae.

Warga berharap pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap antrean kendaraan, tetapi juga terhadap pola transaksi dan pengisian BBM.

Jika memang terdapat kendaraan yang melakukan pengisian berulang untuk kemudian menjual kembali BBM, warga meminta tindakan tegas dilakukan sesuai aturan.

Sebaliknya, jika setelah pemeriksaan tidak ditemukan pelanggaran, pihak SPBU juga diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul dugaan yang merugikan pihak tertentu.

Soal Dugaan "Setoran", BERWA.ID Belum Menjadikannya Fakta

Dalam pemberitaan sebelumnya, terdapat pula informasi dari sumber mengenai dugaan setoran dan keterlibatan pihak tertentu.

BERWA.ID kembali menegaskan bahwa tudingan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta. Belum ada bukti independen maupun keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut untuk menguatkan tudingan tersebut.

BERWA.ID tidak menuduh pihak tertentu melakukan pelanggaran sebelum terdapat bukti dan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.


Pertamina Diminta Evaluasi SPBU Empagae Nakal 

Warga berharap persoalan antrean di SPBU Empagae tidak terus berulang.

Pertamina diminta mengevaluasi sistem penyaluran BBM, sementara aparat diminta memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Jika ditemukan kendaraan yang melakukan pengisian berulang dengan cara yang melanggar ketentuan, warga meminta agar ditindak.

BERWA.ID akan terus melakukan kontrol dan membuka ruang klarifikasi bagi pengelola SPBU Empagae, Pertamina, aparat penegak hukum maupun pihak lain yang merasa perlu memberikan penjelasan.

BERWA.ID – Fakta Dibalik Berita.

Editor: R. Edogawa

0 Komentar