Viral Salah Tangkap karena Mirip DPO, Warga Soreang Minta Perlindungan Usai Sayembara Rp250 Juta



BERWA.ID, BANDUNG – Seorang warga bernama Aditya Pratama Putra mengaku menjadi korban salah tangkap oleh warga setelah wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat, buronan kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Barat.


Insiden tersebut disebut terjadi setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi pihak yang dapat membantu menemukan keberadaan Taufik Hidayat.


Merasa keselamatannya terancam, Aditya akhirnya membuat video klarifikasi resmi yang diunggah melalui media sosial. Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang sedang diburu aparat kepolisian.


Aditya mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan saat berada di sebuah minimarket di kawasan Soreang. Beberapa orang menghampirinya, menarik bagian belakang bajunya, lalu menginterogasinya karena menganggap wajah dan bentuk alisnya mirip dengan foto DPO yang beredar luas di media sosial.


“Saya bukan orang yang dicari itu,” tegas Aditya dalam video klarifikasinya.

Ia juga membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Aditya bahkan menyebut dirinya tidak sanggup menyakiti makhluk hidup, sehingga merasa sangat terpukul ketika dituduh sebagai pelaku penganiayaan brutal yang sedang diburu polisi.


Karena khawatir menjadi korban amukan massa, Aditya meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia juga memohon perlindungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar dirinya tidak kembali mengalami kejadian serupa.


Sementara itu, kasus yang melibatkan Taufik Hidayat menjadi perhatian publik setelah terungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.


Korban dilaporkan mengalami penderitaan selama hampir tiga tahun dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan. Sejumlah luka permanen disebut dialami korban, termasuk gangguan penglihatan hingga kerusakan pada bagian wajah akibat kekerasan yang diduga dilakukan pelaku.


Saat ini, Taufik Hidayat masih berstatus buronan dan masuk dalam daftar pencarian pihak kepolisian. Aparat terus melakukan pengejaran karena pelaku diduga berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan.


Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan buronan tersebut agar segera melapor melalui jalur resmi kepolisian. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan penangkapan sepihak ataupun tindakan main hakim sendiri yang dapat membahayakan keselamatan orang lain dan berpotensi menimbulkan korban salah sasaran.(Tim/Red)


0 Komentar