​Memasuki Usia 45 Tahun ke Atas? Simak Nasihat Mendalam Ulama Besar Fudhail bin Iyadh tentang "Perjalanan Pulang"



​BERWA.ID, JAKARTA — Bertambahnya usia sejatinya bukanlah sekadar angka yang merangkak naik, melainkan sebuah penanda bahwa jarak kita dengan sang Pencipta kian mendekat. Bagi Anda yang saat ini telah menginjak usia 45, 55, 60, hingga 70 tahun, sebuah renungan mendalam dari ulama besar klasik, Fudhail bin Iyadh, patut menjadi bahan refleksi diri.

​Dalam sebuah dialog spiritualnya, Fudhail bin Iyadh pernah mengingatkan seseorang yang telah memasuki usia senja dengan kalimat yang menggetarkan hati:

"Berarti kamu sekarang sedang berjalan menuju kepada Tuhanmu dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senjamu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus!"


​22 Panduan Hidup di Usia Senja Menurut Para Alim Ulama

​Menindaklanjuti pesan kuat tersebut, para alim ulama merumuskan 22 poin penting sebagai panduan praktis bagi kita yang telah dianugerahi umur panjang agar bisa menggapai akhir hidup yang baik (Husnul Khatimah):

​Hal-Hal yang Harus Dibatasi & Ditinggalkan (Larangan)

  • Jangan Banyak Bergurau: Hindari terjebak dalam hal-hal yang tidak membawa manfaat untuk kehidupan akhirat.
  • Jangan Berlebihan dalam Penampilan: Mulailah mengurangi fokus pada berhias, bersolek, dan pakaian mewah yang berlebihan.
  • Kendalikan Konsumsi: Jangan berlebih-lebihan dalam makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal saleh.
  • Selektif dalam Pertemanan: Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal kepada kita.
  • Kurangi Plesiran Tanpa Tujuan: Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana-sini tanpa manfaat yang dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.
  • Hentikan Maksiat Secara Total:
    • Mata: Berhentilah memandang yang tidak halal bagimu.
    • Tangan: Berhentilah dari meraih apa yang bukan menjadi hakmu.
    • Mulut: Berhentilah mengonsumsi yang syubhat/haram, serta stop perbuatan ghibah (mengumpat), fitnah, dan menyakiti hati orang lain.
    • Telinga: Berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat.

​Hubungan Sosial & Urusan Duniawi

  • Selesaikan Urusan Finansial: Bereskan segala utang yang ada dan jangan membuat utang baru, meskipun dengan alasan untuk menolong orang lain.
  • Rajin Bersilaturahim: Kerap menjalin silaturahim dan mendekatkan kembali hubungan kekeluargaan yang telah renggang sebelumnya.
  • Menata Administrasi Akhirat: Siapkan dan tuliskan wasiat yang berguna untuk kaum kerabatmu.
  • Lapang Dada: Maafkan kesalahan orang lain kepada kita, walau seberat apa pun kesalahan tersebut.
  • Memohon Keampunan Manusia: Minta maaf dan berbuat baiklah terhadap pihak-pihak yang pernah kita zalimi di masa lalu.

​Amalan Spiritual yang Harus Ditingkatkan

  • Manajemen Emosi: Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.
  • Perbanyak Doa Khusus: Perbanyak doa mengharap keridaan ALLAH agar wafat dalam keadaan Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah (akhir yang buruk).
  • Kejar Ilmu Agama: Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
  • Genjot Amal Jariah: Tingkatkan amal saleh, terutama amalan yang dapat terus mengalirkan pahala dan memberi syafaat setelah kita mati.
  • Selalu Berprasangka Baik: Berbaik sangka lah kepada ALLAH atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa kehidupan kita.
  • Basahi Lidah dengan Istighfar: Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar dan tobat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman di setiap waktu.
  • Sucikan Harta: Perbanyak bersedekah dan sucikan harta dengan mengeluarkan zakat.

​Menumbuhkan Empati di Tengah Ujian

​Di samping memperbaiki hubungan vertikal dengan ALLAH, usia tua juga harus menjadikannya lebih peka secara sosial. Di akhir nasihatnya, para ulama berpesan agar kita senantiasa bersabar dan membantu mereka yang sedang diuji dengan kesusahan, kesedihan, kesakitan, hingga kelaparan.

​Semoga nasihat ini menjadi #peringatanuntukdirisendirijuga agar senantiasa dilindungi dari segala musibah.

Ya ALLAH.. Angkatlah segala ujian dan musibah ini. Amin Yaa Rabbal 'Alamin.

JAKARTA — Bertambahnya usia sejatinya bukanlah sekadar angka yang merangkak naik, melainkan sebuah penanda bahwa jarak kita dengan sang Pencipta kian mendekat. Bagi Anda yang saat ini telah menginjak usia 45, 55, 60, hingga 70 tahun, sebuah renungan mendalam dari ulama besar klasik, Fudhail bin Iyadh, patut menjadi bahan refleksi diri.

​Dalam sebuah dialog spiritualnya, Fudhail bin Iyadh pernah mengingatkan seseorang yang telah memasuki usia senja dengan kalimat yang menggetarkan hati:

"Berarti kamu sekarang sedang berjalan menuju kepada Tuhanmu dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senjamu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus!"


​22 Panduan Hidup di Usia Senja Menurut Para Alim Ulama

​Menindaklanjuti pesan kuat tersebut, para alim ulama merumuskan 22 poin penting sebagai panduan praktis bagi kita yang telah dianugerahi umur panjang agar bisa menggapai akhir hidup yang baik (Husnul Khatimah):

​Hal-Hal yang Harus Dibatasi & Ditinggalkan (Larangan)

  • Jangan Banyak Bergurau: Hindari terjebak dalam hal-hal yang tidak membawa manfaat untuk kehidupan akhirat.
  • Jangan Berlebihan dalam Penampilan: Mulailah mengurangi fokus pada berhias, bersolek, dan pakaian mewah yang berlebihan.
  • Kendalikan Konsumsi: Jangan berlebih-lebihan dalam makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal saleh.
  • Selektif dalam Pertemanan: Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal kepada kita.
  • Kurangi Plesiran Tanpa Tujuan: Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana-sini tanpa manfaat yang dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.
  • Hentikan Maksiat Secara Total:
    • Mata: Berhentilah memandang yang tidak halal bagimu.
    • Tangan: Berhentilah dari meraih apa yang bukan menjadi hakmu.
    • Mulut: Berhentilah mengonsumsi yang syubhat/haram, serta stop perbuatan ghibah (mengumpat), fitnah, dan menyakiti hati orang lain.
    • Telinga: Berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat.

​Hubungan Sosial & Urusan Duniawi

  • Selesaikan Urusan Finansial: Bereskan segala utang yang ada dan jangan membuat utang baru, meskipun dengan alasan untuk menolong orang lain.
  • Rajin Bersilaturahim: Kerap menjalin silaturahim dan mendekatkan kembali hubungan kekeluargaan yang telah renggang sebelumnya.
  • Menata Administrasi Akhirat: Siapkan dan tuliskan wasiat yang berguna untuk kaum kerabatmu.
  • Lapang Dada: Maafkan kesalahan orang lain kepada kita, walau seberat apa pun kesalahan tersebut.
  • Memohon Keampunan Manusia: Minta maaf dan berbuat baiklah terhadap pihak-pihak yang pernah kita zalimi di masa lalu.

​Amalan Spiritual yang Harus Ditingkatkan

  • Manajemen Emosi: Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.
  • Perbanyak Doa Khusus: Perbanyak doa mengharap keridaan ALLAH agar wafat dalam keadaan Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah (akhir yang buruk).
  • Kejar Ilmu Agama: Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
  • Genjot Amal Jariah: Tingkatkan amal saleh, terutama amalan yang dapat terus mengalirkan pahala dan memberi syafaat setelah kita mati.
  • Selalu Berprasangka Baik: Berbaik sangka lah kepada ALLAH atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa kehidupan kita.
  • Basahi Lidah dengan Istighfar: Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar dan tobat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman di setiap waktu.
  • Sucikan Harta: Perbanyak bersedekah dan sucikan harta dengan mengeluarkan zakat.

​Menumbuhkan Empati di Tengah Ujian

​Di samping memperbaiki hubungan vertikal dengan ALLAH, usia tua juga harus menjadikannya lebih peka secara sosial. Di akhir nasihatnya, para ulama berpesan agar kita senantiasa bersabar dan membantu mereka yang sedang diuji dengan kesusahan, kesedihan, kesakitan, hingga kelaparan.

​Semoga nasihat ini menjadi #peringatanuntukdirisendirijuga agar senantiasa dilindungi dari segala musibah.

Ya ALLAH.. Angkatlah segala ujian dan musibah ini. Amin Yaa Rabbal 'Alamin.

0 Komentar