Masih Maraknya Passobis di Tanasitolo dan Dibekingi Oknum Aparat TNI



BERWA.ID – Aktivitas kejahatan siber berkedok penipuan online atau yang akrab disebut "Passobis" di wilayah Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dilaporkan kian marak dan meresahkan masyarakat. Ironisnya, suburnya praktik ilegal ini memicu spekulasi liar di tengah warga mengenai adanya dugaan keterlibatan atau "bekingan" dari oknum aparat penegak hukum.


​Praktik passobis yang memanfaatkan ruang digital untuk menguras kantong korban di berbagai daerah ini dinilai makin berani dilakukan secara terbuka. Modus yang digunakan pun kian beragam, mulai dari penipuan jual beli barang, menang undian palsu, hingga manipulasi akun media sosial.


Keluhan Warga: Seperti Menjadi "Rahasia Umum"

​Menurut penuturan beberapa warga setempat yang enggan disebutkan namanya, aktivitas para pelaku passobis ini seolah-olah dibiarkan tanpa ada tindakan tegas yang menyeluruh. Gaya hidup mewah para pelaku yang mendadak kaya tanpa pekerjaan yang jelas menjadi pemandangan sehari-hari.


​"Sudah jadi rahasia umum di sini. Anak-anak muda yang tidak punya kerjaan tetap bisa beli mobil mewah dan rumah besar dalam waktu singkat. Kami resah karena ini merusak moral generasi muda yang inginnya instan lewat jalur menipu," ujar salah satu warga Tanasitolo.


​Lebih lanjut, keresahan warga memuncak karena munculnya isu bahwa para pelaku bisa beroperasi dengan aman lantaran menyetor sejumlah uang "koordinasi" kepada oknum-oknum tertentu agar terhindar dari penggerebekan.



Aparat Kepolisian Angkat Bicara dan Lakukan Penindakan

​Merespons isu miring dan keresahan yang beredar di masyarakat, Polres Wajo menegaskan tidak akan tinggal diam dan berkomitmen memberantas segala bentuk kejahatan siber di wilayah hukumnya.


​Pihak kepolisian memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan kasus passobis di Tanasitolo, mulai dari puluhan unit gawai (smartphone), laptop, kartu SIM, buku tabungan, hingga sejumlah uang tunai.


​Terkait dugaan adanya oknum aparat yang menjadi pembeking para pelaku penipuan online ini, pihak Polres Wajo menyatakan akan melakukan investigasi mendalam ke internal.

  • Sanksi Tegas: Pihak polres menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun, termasuk personel kepolisian, jika terbukti terlibat atau melindungi para pelaku kriminal.
  • Imbauan Masyarakat: Polisi meminta masyarakat segera melaporkan secara resmi jika memiliki bukti valid mengenai keterlibatan oknum aparat agar bisa segera diproses oleh Propam.

Dampak Sosial yang Mengkhawatirkan

​Selain merugikan korban secara finansial di berbagai penjuru Indonesia, maraknya passobis di Tanasitolo juga berdampak buruk pada stigma wilayah. Tanasitolo yang dikenal memiliki potensi pertanian dan pemuda yang kreatif kini kerap diidentikkan dengan sarang penipu digital.


​Masyarakat berharap komitmen kepolisian dalam melakukan pemberantas penipuan online ini tidak hangat-hangat kuku, melainkan dilakukan secara konsisten hingga ke akar-akarnya, termasuk membersihkan internal dari oknum-oknum nakal yang merusak citra institusi. Berhenti Aktivitas Passobis Sebelum Anda Tertangkap dan Tidak Akan Ada Jaminan dari Oknum Membekingi(Tim Redaksi)

0 Komentar