Tutup Drainase, Pembangunan Gedung KDKMP di Sanreseng Ade Tuai Sorotan Aktivis



Keterangan Foto Ilustrasi: Kondisi akses masuk Gedung KDKMP Desa Sanreseng Ade yang diduga menutup saluran drainase sehingga menyebabkan genangan air saat hujan dan menjadi sorotan warga serta aktivis.


BERWA.ID, BOLA – Pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sanreseng Ade, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, menjadi sorotan sejumlah aktivis dan warga setempat. Pasalnya, akses masuk menuju gedung tersebut diduga menutup saluran drainase yang berada di depan bangunan sehingga menghambat aliran air saat musim hujan.


Aktivis AMI WB, Bang Ichal, menilai pembangunan fasilitas publik seharusnya tetap memperhatikan fungsi infrastruktur yang telah ada, termasuk saluran drainase yang berperan penting dalam mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi badan jalan maupun lingkungan sekitar.


Menurutnya, keluhan terkait kondisi drainase tersebut sudah pernah disampaikan kepada pihak pekerja di lokasi pembangunan. Namun hingga kini belum terlihat adanya tindak lanjut atau respons atas aspirasi masyarakat.


“Kami mendukung pembangunan KDKMP sebagai program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun jangan sampai pembangunan tersebut justru menimbulkan persoalan baru. Drainase yang tertutup menyebabkan aliran air tidak berjalan normal sehingga saat hujan turun terjadi genangan di sekitar lokasi,” ujar Ichal, Minggu (14/6/2026).


Ia menjelaskan bahwa persoalan drainase tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada aktivitas warga, mempercepat kerusakan jalan, hingga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan apabila dibiarkan dalam jangka panjang.


Karena itu, AMI WB meminta pihak pelaksana pembangunan bersama instansi teknis terkait segera melakukan evaluasi terhadap konstruksi akses masuk gedung tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan adalah membuka kembali saluran drainase atau membangun gorong-gorong yang memadai agar fungsi drainase tetap berjalan normal.


Selain itu, Ichal juga mendesak instansi terkait untuk turun langsung melakukan peninjauan lapangan guna memastikan penyebab genangan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.


Sementara itu, warga sekitar berharap adanya perbaikan secepatnya mengingat genangan air yang muncul saat hujan dinilai mengganggu pengguna jalan dan berpotensi merusak lingkungan di sekitar lokasi.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pembangunan maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan yang disampaikan oleh aktivis dan masyarakat tersebut.(Tim/Red)



0 Komentar